Kategori
NEWS

Tentara yang Kabur ke Belarusia Kini Diinvestigasi oleh Pihak Polandia

Tentara yang Kabur ke Belarusia Kini Diinvestigasi oleh Pihak Polandia

Tentara yang Kabur ke Belarusia Kini Diinvestigasi oleh Pihak Polandia – Seorang tentara Polandia melarikan diri dan masuk secara ilegal ke wilayah Belarusia pada Kamis kemarin. Bahkan, personel militer itu salah satu dari ribuan tentara yang di kirimkan ke perbatasan Polandia-Belarusia untuk menghadang serbuan migran asal Timur Tengah.

Karena hal tersebut Kantor Kejaksaan Białystok di Polandia pada Sabtu kemarin telah membuka investigasi kepada tentara yang melarikan diri ke Belarusia. Bahkan, tentara bernama Emil Czeczko itu sudah mengungkapkan kekerasan yang di lakukan militer Polandia kepada migran.

Beberapa bulan terakhir, Polandia dan Belarusia tengah bersitegang terkait kedatangan ribuan migran Timur Tengah di perbatasan kedua negara. Selama ini, Uni Eropa terus menyalahkan Belarusia yang di duga sengaja mendatangkan migran untuk masuk ke teritorinya.

1. Tentara yang membelot bisa di kenai hukuman 10 tahun penjara

Polandia Investigasi Tentara yang Kabur ke Belarusia

Di lansir dari Belsat, berdasarkan aturan hukum di Polandia menyebutkan bila personel militer yang melarikan diri ke luar negeri dapat di kenakan hukuman hingga 10 tahun penjara. Sementara, pihak Kejaksaan Białystok mengungkapkan jika akan menuntut dan menangkap tentara pembelot.

Menurut keterangan dari Kolonel Radoslaw Wiszenko yang merupakan dalam jaksa urusan militer di Bialystok mengungkapkan investigasi sudah di lakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus ini.

“Investigasi yang sudah di lakukan di tempat tinggal tentara dan semua data sudah di ambil. Ini akan menjadi subjek dari investigasi, di mana upaya pengkhianatan di rencanakan atau ini hanyalah keputusan mendadak” ujar Wiszenko.

Beberapa hari lalu, Polandia memang sudah mengonfirmasi hilangnya seorang tentara dari Resimen Artileri ke 11 yang berjaga di perbatasan. Bahkan, pelaku di sebut bermasalah dan beberapa hari lagi akan di pulangkan dari posnya.

2. Skrzypczak sebut tentara yang membelot layak di hukum mati

Seorang petinggi militer Polandia bernama Jenderal Waldemar Skrzypczak juga turut mengkritisi masalah ini dan mengungkapkan bila Emil Czeczko telah melakukan tindakan terburuk dalam hidupnya dan justru memilih untuk membelot kepada musuh.

“Apabila saya membaca media hari ini mengenai Kantor Kejaksaan yang membuka investigasi kasus dan akan menghadapi hukuman maksimum 10 tahun penjara. Saya ingin tahu apa yang di maksud” ungkap Skrzypczak.

“Menurut saya, para pembelot harus mendapatkan satu hukuman, yakni hukuman mati dan tidak ada diskusi apapun terkait itu. Sebuah peluru bersarang di kepalanya dan sudah selesai” tambahnya, di kutip dari RT.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Polandia telah mengumumkan pencopotan tiga komandan akibat adanya tentara Polandia yang melarikan diri ke Belarusia. Sedangkan pencopotan ini di tujukan kepada komandan artileri, peleton dan komandan divisi di Węgorzewo, di lansir dari Belsat.

3. Czeczko sudah mendaftar perlindungan hak dan status pengungsi ke Belarusia

Di laporkan dari BelTA, tentara Polandia bernama Emil Czeczko itu sudah mendaftarkan ke Sistemnaya Pravozaschita atau Sistem Perlindungan HAM untuk mendapatkan perlindungan hak asasi sekaligus mendapatkan status pengungsi.

Komite Investigasi Belarusia juga akan memverifikasi dokumen terkait fakta. Dan kebenaran yang di katakan oleh Czeczko dalam wawancara di sebuah stasiun televisi Belarus. Tim investigasi juga akan mengevaluasi semua tindakan kriminal yang di lakukan oleh aparat keamanan dan tentara Polandia.

Sementara itu, media Polandia mengungkapkan bila cerita dari Czeczko terkait kasus kematian di perbatasan. Hal tersebut hanyalah karangan dari Belarusia di tengah masalah krisis migran. Pasalnya, Belarusia terus menyalahkan Polandia terkait dugaan kekerasan terhadap para migran yang ada di perbatasan.

Sebaliknya, Polandia juga terus menyalahkan Belarusia yang telah melangsungkan hybrid war dengan menerbangkan migran dari negara bermasalah dan membawa migran tersebut ke perbatasan, dikutip dari laman RT.

Kategori
NEWS

Belarusia Lakukan Pemblokiran Impor Atas Makanan dari Negara Barat

Belarusia Lakukan Pemblokiran Impor Atas Makanan dari Negara Barat

Belarusia Lakukan Pemblokiran Impor Atas Makanan dari Negara Barat – Pemerintah Belarusia pada Senin yang lalu mengungkapkan kalau mereka akan melakukan pemblokiran barang impor asal negara-negara Barat. Hal ini di jalankan sebagai balasan kepada kedua pihak itu yang mengimbuhkan sanksi kepada pemerintahan Alexander Lukashenko.

Sebelumnya, jalinan antara Uni Eropa, Inggris dan AS bersama dengan Belarusia sudah memanas. Sehabis terdapatnya sanksi yang di berikan kepada Lukashenko.

Lantas, Uni Eropa juga menuding Belarusia tersedia di balik serbuan imigran berasal dari Timur Tengah. Berikut ini berita lanjutan terkait hal tersebut.

1. Pemblokiran impor akan di lakukan mulai 1 Januari 2022

Belarusia di bawah Presiden Alexander Lukasheno akan melarang berbagai macam barang impor dari negara-negara Barat. Pemblokiran ini akan berfokus pada impor dari negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Norwegia, Albania, Islandia, Makedonia Utara dan Montenegro. Sementara itu, kebijakan ini di lakukan di mulai pada 1 Januari 2022 mendatang. Dan rencananya akan di berlakukan selama enam bulan. Beberapa barang yang dilarang berupa bahan makanan, meliputi daging, sosis, produk susuk, sayuran, buah-buahan dan garam. Meskipun demikian, makanan bayi dan sejumlah alat-alat makan akan tetap di perbolehkan masuk ke Belarusia. Akan tetapi, Pemerintah Belarusia mengatakan bila produk-produk lainnya akan dilarang apabila adanya sanksi lanjutan dari negara Barat, di lansir dari laman RFE/RL.

2. Sebagai balasan atas sanksi yang di berikan kepada anggota pemerintahan Belarusia

Di kutip dari TASS, Kementerian Luar Negeri Belarus mengungkapkan bahwa kebijakan ini sebagai balasan atas sanksi baru yang di terapkan negara-negara Barat. “Sebagai respon atas sanksi ilegal dari luar negeri yang telah merusak kedaulatan Belarusia dan menghancurkan kesejahteraan warga Belarusia. Demi melindungi kepentingan nasional, Pemerintah Republik Belarusia memutuskan untuk melarang impor sejumlah barang yang berasal dari negara yang menerapkan sanksi kepada Belarusia.”Di sisi lain, aksi ini juga menanggapi restriksi kepada industri penerbangan Belarusia. Hal ini di anggap sebagai bentuk kompetisi yang tidak adil, sehingga pemerintah setempat juga akan melarang masuknya maskapai asal Uni Eropa dan Inggris ke Belarusia. Pada 2 Desember lalu, Uni Eropa telah memperbarui paket sanksi kelima kepada Belarusia yang menyasar 17 individu dan 11 organisasi. Sedangkan Amerika Serikat memberikan sanksi kepada 12 individu, 12 perusahaan legal dan tiga maskapai di masukkan dalam daftar hitam. Inggris dan Kanada juga mengumumkan sanksi ekstra kepada Belarusia.

3. Lukashenko sebut pemblokiran tidak akan berdampak buruk kepada Belarusia
Belarusia Blokir Impor Makanan dari Negara Barat

Presiden Alexander Lukashenko mengatakan bila sanksi tidak akan mengakibatkan dampak buruk nyata kepada Belarusia. “Tentu saja, tidak ada yang baik dari kebijakan ini. Namun, untuk menutup hal ini, tekuk lenganmu ke dada dan mati, tidak adalah alasan untuk itu” ungkap Lukashenko. Di samping itu, Lukashenko juga mengatakan Belarusia kini mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Meskipun, ekonomi tengah terkontraksi sebesar 0.9 persen pada tahun lalu, tapi tahun ini di prediksi akan tumbuh hingga 1,2 persen di tahun 2021. Rusia juga sudah bersedia memberikan bantuan ekonomi kepada Belarusia dengan menawarkan pinjaman, penjualan minyak dan gas dengan garga domestik. Selain itu, Rusia juga sudah bersedia membuka lebar barang-barang asal Belarusia ke pasar dalam negerinya.